Berdaya saing global, berkarakter Islami EN

Berita

Mahasiswa FPIK UMI Pelajari Teknologi dan Manajemen Tambak Udang Vaname di Jeneponto

Terbit
30 Oktober 2026
Penulis
Admin FPIK
tampilan
2
Mahasiswa FPIK UMI Pelajari Teknologi dan Manajemen Tambak Udang Vaname di Jeneponto

JENEPONTO, fpik.umi.ac.id — Sebanyak 15 mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, melaksanakan kunjungan pembelajaran lapangan ke tambak udang vaname milik Galesong Group, PT Sinar Sukses Persada (SSP), di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh delapan mahasiswi dan tujuh mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai penerapan teknologi dan manajemen operasional budidaya udang vaname secara langsung di lingkungan industri.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan dua mata kuliah utama, yaitu Akuakultur Engineering dan Manajemen Budidaya Air Payau. Melalui mata kuliah Akuakultur Engineering, mahasiswa mempelajari rancang bangun tambak intensif beserta berbagai fasilitas pendukungnya. Sementara itu, pada mata kuliah Manajemen Budidaya Air Payau, mahasiswa mendalami tahapan operasional budidaya udang, mulai dari persiapan tambak, penebaran benur, pemantauan proses pemeliharaan, hingga tahapan panen.

Selama kurang lebih tiga jam meninjau kawasan tambak, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing, Ir. Muhammad Saenong, M.P., serta tim operasional PT SSP Galesong Group yang terdiri atas Robby Arnold, Ronald Arnold, dan Awal. Pendampingan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati secara langsung sistem operasional tambak dan memperoleh penjelasan teknis dari para praktisi industri.

Dosen pembimbing, Ir. Muhammad Saenong, M.P., menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini dirancang untuk menghubungkan pemahaman teoretis yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik nyata dalam industri budidaya perikanan.

“Pendekatan ini dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori secara konseptual, tetapi juga dapat melihat langsung kondisi operasional budidaya udang secara komprehensif. Kami memilih tambak udang Galesong Group di Jeneponto sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai sangat representatif dan modern di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tambak tersebut memiliki infrastruktur pendukung yang memadai, termasuk sistem pengambilan air laut dari lokasi strategis dengan kualitas air yang dinilai sangat baik. Selain itu, penerapan teknologi modern menjadi salah satu aspek yang dipelajari mahasiswa, khususnya dalam mendukung pengelolaan kualitas air, meminimalkan risiko serangan organisme penyebab penyakit, termasuk virus Taura, serta menjaga produktivitas budidaya.

Salah satu peserta, Nur Azila Abduh, mahasiswa asal Luwu Timur, mengapresiasi kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi di lapangan. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan penerapan sistem budidaya udang secara intensif.

“Praktik ini menjadi bentuk klarifikasi antara teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi riil. Ternyata kenyataan di lapangan menunjukkan kemajuan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. Kami berada di sini selama tiga jam, dan rasanya ilmu yang didapatkan setelah berkeliling lebih banyak dibandingkan dengan tujuh kali pertemuan di dalam kelas,” jelas Azila.

Kunjungan pembelajaran ini menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan FPIK UMI melalui pembelajaran langsung di dunia industri. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman teknis, keterampilan analitis, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan sektor akuakultur modern.

Melalui kegiatan ini, FPIK UMI juga mendorong penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta dunia industri. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap berkontribusi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.