
JAKARTA, fpik.umi – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia (FPIK-UMI) Makassar, resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Jakarta.
Penandatanganan PKS ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dalam mendukung pelaksanaan dan pencapaian Program Kerja Prioritas Nasional, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya ikan dan perikanan tangkap yang berkelanjutan.
FPIK-UMI diwakili oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Ir. Hasnidar, M.S., IPM., sebagai bentuk komitmen institusi dalam memperluas kolaborasi strategis, meningkatkan kontribusi akademisi, serta mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kemitraan dengan instansi pemerintah.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi enam bidang utama, yaitu: (1) pengumpulan data hasil tangkapan dan data biologi ikan; (2) pengolahan dan analisis data hasil tangkapan serta data biologi ikan; (3) peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program magang, praktik, kerja lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat; (4) pelaksanaan penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya ikan; (5) penyebarluasan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah hasil kegiatan pendataan dan penelitian; serta (6) penguatan pengelolaan sumber daya ikan di Unit Pengelola Perikanan (UPP) WPPNRI.

Kerja sama ini memiliki arti strategis bagi pengembangan pendidikan tinggi perikanan dan kelautan, karena membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa FPIK-UMI untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan pendataan, penelitian, analisis, serta pengelolaan sumber daya ikan. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat diperkuat melalui pengalaman lapangan dan keterlibatan dalam program pengelolaan perikanan nasional.
Dekan FPIK-UMI, Prof. Dr. Ir. Hasnidar, M.S., IPM., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan data dan informasi ilmiah yang berkualitas sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan perikanan.
Menurutnya, ketersediaan data hasil tangkapan dan data biologi ikan yang akurat, didukung oleh penelitian ilmiah dan analisis yang komprehensif, merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan yang bertanggung jawab, efektif, dan berkelanjutan.
"Melalui kerja sama ini, FPIK-UMI berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif melalui penguatan kapasitas akademik, penelitian kolaboratif, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan, serta penyebarluasan hasil penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perikanan nasional," ungkapnya.
Lebih lanjut, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pengembangan kompetensi lulusan FPIK-UMI agar semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan tantangan pengelolaan perikanan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendataan dan penelitian di lapangan juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap dinamika pengelolaan sumber daya ikan di berbagai wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).
Melalui penandatanganan PKS ini, FPIK-UMI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan kementerian, lembaga pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kontribusi akademik dan inovasi yang mendukung pengelolaan sumber daya ikan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.