
TAKALAR, FPIK UMI — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus mendorong pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen FPIK UMI melaksanakan penyuluhan mengenai integrasi budidaya ikan nila dan pemeliharaan ayam kampung bagi kelompok Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok BUMDes dengan Budidaya Ikan Nila Terintegrasi Budidaya Ayam Kampung di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar” ini dilaksanakan di Kantor Desa Sanrobone dan diikuti oleh 20 peserta. Program tersebut bertujuan memperkenalkan alternatif pengembangan usaha perikanan dan peternakan yang berpotensi meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Ir. Beddu Tang, M.Si., bersama anggota Prof. Dr. Ir. Jayadi, MP dan Prof. Dr. Ir. Harlina, MP. Kegiatan ini juga melibatkan dua orang mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran lapangan sekaligus implementasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan penyuluhan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Sanrobone yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Suardi, serta pengelola BUMDes yang diwakili oleh Sekretaris BUMDes, Syamsuddin. Dukungan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelembagaan ekonomi lokal dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi wilayah.
Integrasi Perikanan dan Peternakan, Buka Peluang Usaha Produktif
Dalam penyuluhan tersebut, tim dosen memperkenalkan peluang pengembangan budidaya ikan nila yang dipadukan dengan pemeliharaan ayam kampung sebagai alternatif diversifikasi usaha bagi BUMDes. Pendekatan ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, meningkatkan nilai tambah produksi, dan membuka peluang pengembangan unit usaha baru di tingkat desa.
Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui sistem budidaya terencana. Sementara itu, ayam kampung dapat menjadi komoditas peternakan pendamping yang berpotensi mendukung diversifikasi sumber pendapatan masyarakat.
Integrasi kedua sektor tersebut dapat dikembangkan melalui perencanaan produksi yang saling mendukung, dengan tetap memperhatikan kebutuhan teknis masing-masing komoditas. Apabila dirancang secara tepat, pendekatan ini juga berpeluang menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Namun, penerapannya memerlukan perencanaan yang matang, terutama terkait kualitas air kolam, sanitasi kandang, pengelolaan limbah, kesehatan ikan dan ternak, serta analisis biaya dan potensi pendapatan. Aspek-aspek tersebut menjadi penting agar integrasi budidaya dapat berjalan secara aman, produktif, dan berkelanjutan.
Perkuat Kapasitas BUMDes melalui Penerapan Ilmu Pengetahuan
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam merencanakan serta mengelola usaha budidaya secara terukur. Penyuluhan diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pengelola BUMDes mengenai alternatif model usaha yang dapat disesuaikan dengan potensi sumber daya, kondisi lingkungan, dan kemampuan masyarakat Desa Sanrobone.
Pengembangan usaha berbasis perikanan dan peternakan tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis produksi, tetapi juga kemampuan dalam menyusun perencanaan usaha, menghitung kebutuhan sarana dan biaya operasional, mengelola risiko, serta mengevaluasi peluang pasar.
Karena itu, tindak lanjut dari kegiatan ini diharapkan mencakup identifikasi potensi lokal, penyusunan rencana teknis budidaya, perhitungan kebutuhan investasi, dan analisis kelayakan usaha. Dengan perencanaan tersebut, BUMDes dapat mempertimbangkan penerapan model budidaya secara bertahap sesuai kapasitas kelembagaan dan sumber daya yang tersedia.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa melalui pengembangan unit usaha yang produktif, terencana, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Libatkan Mahasiswa dalam Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan ini turut melibatkan dua orang mahasiswa FPIK UMI sebagai bagian dari penguatan pengalaman belajar di luar kampus. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pengabdian, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat, memahami tantangan pengembangan usaha di tingkat desa, serta mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan aspek akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak hanya memberikan manfaat bagi mitra, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi persoalan nyata di bidang perikanan dan pengelolaan usaha produktif.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Desa untuk Ekonomi Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, FPIK UMI Makassar menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, Pemerintah Desa Sanrobone, dan pengelola BUMDes diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan usaha berbasis perikanan dan peternakan yang sesuai dengan potensi lokal.
Ke depan, tindak lanjut berupa pendampingan teknis, perencanaan usaha, dan evaluasi kelayakan diharapkan dapat membantu BUMDes mengidentifikasi peluang pengembangan budidaya terintegrasi secara realistis dan berkelanjutan.
Melalui sinergi tersebut, FPIK UMI berharap kontribusi perguruan tinggi dapat semakin dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya melalui transfer pengetahuan, tetapi juga melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan peluang ekonomi produktif menuju desa yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Informasi Kegiatan
Judul: Pemberdayaan Kelompok BUMDes dengan Budidaya Ikan Nila Terintegrasi Budidaya Ayam Kampung di Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar
Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Tempat: Kantor Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar
Ketua Tim: Dr. Ir. Beddu Tang, M.Si.
Anggota Tim: Prof. Dr. Ir. Jayadi, MP dan Prof. Dr. Ir. Harlina, MP
Institusi: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia Makassar
Jumlah Peserta: 20 orang
Mitra Pemerintah Desa: Suardi, Sekretaris Desa Sanrobone
Perwakilan BUMDes: Syamsuddin, Sekretaris BUMDes
Mahasiswa yang Terlibat: 2 orang