
MAKASSAR, umi.ac.id — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan Workshop Kurikulum dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada 29–30 November 2023.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya FPIK UMI dalam memperkuat dan mengembangkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika dan perkembangan sektor perikanan dan kelautan.
Workshop menghadirkan narasumber dari unsur praktisi, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan terkait. Berbagai perspektif yang disampaikan menjadi masukan penting dalam pengembangan kurikulum dan penyusunan RPS, khususnya dalam memastikan kompetensi lulusan selaras dengan kebutuhan industri, pemerintah, masyarakat, serta perkembangan sektor perikanan dan kelautan.
Salah satu narasumber, Ir. Coco Kokarkin Soetrisno, M.Sc., Vice President PT Bomar Biopova Akuakultura sekaligus praktisi budidaya udang, memberikan masukan agar kurikulum memperkuat kompetensi mahasiswa dalam teknologi budidaya udang, manajemen kualitas air, kesehatan dan biosekuriti, manajemen pakan, efisiensi produksi, serta kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan budidaya sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Ilham, S.Kel., praktisi dan tenaga ahli konservasi kelautan, menekankan pentingnya penguatan kompetensi pada bidang konservasi sumber daya laut dan pesisir, pengelolaan ekosistem, identifikasi permasalahan lingkungan, serta penerapan prinsip-prinsip konservasi dalam pengelolaan wilayah pesisir dan laut. Masukan tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya pada Program Studi Ilmu Kelautan.

Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.S., Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep sekaligus Pimpinan CV. Rezky Bahari, menekankan bahwa kurikulum berbasis OBE perlu disesuaikan secara berkelanjutan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha, terutama dalam memperkuat kompetensi praktis dan keterampilan mahasiswa di bidang kelautan.
Masukan tersebut ditindaklanjuti melalui upaya pemutakhiran kurikulum pada program studi dengan memperkuat pembelajaran berbasis proyek, praktikum, kegiatan lapangan, serta keterkaitan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Dari bidang perikanan tangkap, Iswadi Rachman, S.P., M.Si., Kepala Pelabuhan Perikanan Untia, memberikan masukan agar kurikulum dapat menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan dan teknologi penangkapan ikan terukur, keberlanjutan sumber daya perikanan, pengelolaan usaha penangkapan, serta pemahaman mahasiswa terhadap regulasi dan penerapan penangkapan ikan yang bertanggung jawab.

Selanjutnya, Marhamah, S.T., M.Si., akademisi dan praktisi bidang perikanan berkelanjutan serta prospek dan potensi perikanan kelautan, menekankan pentingnya penerapan prinsip perikanan berkelanjutan dalam pengembangan kurikulum. Program studi diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan mengidentifikasi potensi sumber daya, menganalisis peluang pengembangan, mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial-ekonomi, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Adapun Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Hatta Fattah, MS, Wakil Rektor V UMI, memberikan masukan terkait pentingnya mengantisipasi perkembangan kompetensi perikanan dan kelautan di masa depan. Kurikulum perlu memperkuat penguasaan ilmu dan teknologi kelautan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan sektor kelautan, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang kerja di bidang perikanan dan kelautan.

Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum FPIK UMI. Dalam kerangka OBE, pengembangan kurikulum diarahkan agar capaian pembelajaran lulusan memiliki keterkaitan yang jelas dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat.
Workshop juga menjadi ruang untuk memperkuat keterkaitan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, metode pembelajaran, strategi asesmen, serta penyusunan RPS. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada keterampilan praktis, kemampuan analisis, pemecahan masalah, adaptasi, dan kompetensi profesional mahasiswa.
Melalui Workshop Kurikulum dan Penyusunan RPS MBKM ini, FPIK UMI terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi. Pengembangan kurikulum diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, pemerintah, masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan dan kelautan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah FPIK UMI dalam mewujudkan kurikulum yang berorientasi pada capaian, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mendukung keberlanjutan sumber daya, serta responsif terhadap tantangan dan peluang sektor perikanan dan kelautan di masa depan.