Tim Relawan LEMA FPIK UMI Peduli Korban Banjir dan Tanah Longsor di Luwu

Tim Relawan LEMA FPIK UMI Peduli Korban Banjir dan Tanah Longsor di Luwu

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Tim Relawan Lembaga Mahasiswa FPIK UMI menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di kabupaten Luwu. Bantuan tersebut diserahkan langsung ke masyarakat Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, pada Jum’at (22/05/2024).

Bantuan yang diberikan meliputi makanan pokok, air kemasan, obat-obatan, peralatan mandi, selimut, dan perlengkapan bayi seperti minyak telon dan popok.

Selain itu Tim Relawan LEMA FPIK UMI melakukan aksi bakti sosial, membantu masyarakat membersihkan rumah dari sisa lumpur, sampah dan di sela-sela waktu luangnya Relawan LEMA FPIK UMI melakukan aksi Trauma Healing Cognitive Processing Therapy (CPT) atau terapi yang berfokus pada pola pikir anak-anak setelah mengalami kejadian traumatis.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita dikecamatan Suli Kabupaten Luwu yang saat ini tengah berjuang menghadapi bencana banjir. Kami juga siap memberikan dukungan lebih lanjut jika dibutuhkan.” ujar Nanda Ketua Relawan LEMA FPIK UMI.

Previous Pendampingan Digitalisasi SPMI Online Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI (15/05/2024)
Next Bapak Ir. Muhammad Saenong, MP (Wakil Dekan II Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI) menjadi Narasumber pada Kegiatan Bimbingan Teknis Penerapan Pakan Alternatif Guna Meningkatkan Produksi Budidaya Air Payau

About author

You might also like

Berita Fakultas0 Comments

Pengurus Lembaga FPIK UMI Diberikan Pelatihan Pendidikan Karakter dan Penyelenggaraan Jenazah

Makassar, umi.ac.id – Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia menggelar Pelatihan Pendidikan Karakter dan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah bagi pengurus lembaga dalam lingkup FPIK UMI di Aula Prof. Dr. Ir.

PENGGUNAAN ALAT TANGKAP JARING TIGA LAPIS SEBAGAI PENDAPATAN TAMBAHAN NELAYAN PULAU SALEMO KABUPATEN PANGKEP

Pulau Salemo sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap tradisional yang masih menggunakan alat tangkap jaring sederhana seperti Rakkang, Bubu, Jaring Arad dan Jaring Tiga Lapis. Menurut DKP (2016),  Alat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply