
Makassar, 2–3 Agustus 2026 – Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), turut berpartisipasi dalam kegiatan UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF) yang diselenggarakan oleh Universitas Muslim Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kepemimpinan Islami, menyelaraskan visi kelembagaan, serta mendukung transformasi UMI menuju UMI 2030 sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, bermutu, dan berdaya saing global.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Yayasan Wakaf UMI, pimpinan Universitas Muslim Indonesia, pimpinan Sekolah Pascasarjana, para ketua dan sekretaris lembaga, pimpinan beserta jajaran Pesantren Mahasiswa UMI Padang Lampe, para dekan dan wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi, serta pimpinan unit kerja di lingkungan Universitas Muslim Indonesia. Kehadiran pimpinan Program Studi Ilmu Kelautan mencerminkan komitmen dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Forum ini menghadirkan tiga narasumber eksternal yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang kepemimpinan, pemikiran Islam, dan pengembangan organisasi, yaitu Dr. Mersa Gamel yang membahas penguatan kepemimpinan strategis dan transformasi organisasi, Ustadz Dr. Das'ad Latif yang memberikan motivasi mengenai kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan akhlak mulia, serta KH. Dr. Arrazy Hasyim yang menyampaikan perspektif keislaman tentang kepemimpinan, integritas, dan peran pemimpin dalam membangun peradaban.
Bagi Program Studi Ilmu Kelautan, keikutsertaan dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang. Nilai-nilai integritas, kolaborasi, inovasi, profesionalisme, dan pelayanan diharapkan semakin terimplementasi dalam pengelolaan program studi, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan pendidikan ilmu kelautan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat pesisir.
Ketua Program Studi Ilmu Kelautan menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan dan inspirasi baru dalam merancang kebijakan akademik yang adaptif terhadap perubahan, sekaligus tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam pengembangan program studi.
"Melalui UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum ini, kami semakin memahami pentingnya menyatukan visi, memperkuat kepemimpinan Islami, serta membangun sinergi dalam mendukung transformasi UMI menuju tahun 2030. Program Studi Ilmu Kelautan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian dan inovasi di bidang kelautan, mengembangkan pengabdian kepada masyarakat pesisir, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan," ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF), Program Studi Ilmu Kelautan FPIK UMI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda transformasi Universitas Muslim Indonesia melalui penguatan kepemimpinan Islami, tata kelola yang unggul, budaya mutu yang berkelanjutan, serta pengembangan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan serta pembangunan sektor kemaritiman Indonesia.