Berdaya saing global, berkarakter Islami EN

Berita

Guru Besar FPIK UMI Publikasikan Riset Internasional tentang Keberlanjutan Kesejahteraan Nelayan Kecil

Terbit
14 Juli 2026
Penulis
Admin FPIK
tampilan
17
Guru Besar FPIK UMI Publikasikan Riset Internasional tentang Keberlanjutan Kesejahteraan Nelayan Kecil

fpik umi – Sebagai negara maritim yang memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan kecil. Meskipun potensi sektor perikanan sangat besar, sebagian besar nelayan pesisir masih bergelut dengan berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang memengaruhi kualitas hidup mereka.

Permasalahan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. H. Abdul Rauf, S.Pi., M.Si. Penelitian tersebut dikerjakan bersama tim yang terdiri atas Wilda Fesanrey, Muh. Kasnir, dan Hamsiah, dan berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries (EJABF) Volume 30 edisi awal tahun 2026.

Melalui penelitian berjudul "Sustainability-Based Assessment of Small-Scale Fishermen's Welfare in Buru Regency, Maluku Province, Indonesia", tim peneliti mengkaji tingkat keberlanjutan kesejahteraan nelayan skala kecil di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kehidupan nelayan serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan kesejahteraan mereka.

Prof. Abdul Rauf menjelaskan bahwa penelitian dilakukan dengan menggunakan empat indikator utama, yaitu aspek sosial budaya, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan. Keempat indikator tersebut digunakan untuk menilai sejauh mana kesejahteraan nelayan kecil dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, tingkat keberlanjutan kesejahteraan nelayan kecil di Kabupaten Buru masih berada pada kategori kurang berkelanjutan dengan nilai indeks 42,00.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan kesejahteraan nelayan kecil di Kabupaten Buru masih berada pada kategori kurang berkelanjutan, dengan nilai indeks sebesar 42,00. Temuan ini mengindikasikan bahwa masih diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Prof. Abdul Rauf saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).

Publikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus bahan pertimbangan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan sektor perikanan yang lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan kecil secara berkelanjutan.