Hasil audiensi dengan menteri Kp Dalam pertemuan yang dihadiri 33 Lembaga Kemahasiswaan Perikanan(LKP) Himapikani pada tanggal 29 November 2019 bertempat di auditorium tuna gedung mina bahari iv yang dimana menghasilkan beberapa catatan penting dalam hubungan Himapikani dengan KKP.

Zulkifli yang merupakan  mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI berkesempatan menghadiri Acara audiensi tersebut.

Pada hal ini Himapikani menegaskan diri sebagai organisasi kemahasiswaan yang independen bukan kendaraan tunggangan dari pemerintahan, bukan dari pengusaha, ataupun bukan dari partai politik.

Nafas dan ruh himapikani dalam hal ini adalah Himapikani murni sebagai organisasi yang mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam kesempatan ini Himapikani berpendapat bahwa antara Himapikani dan KKP adalah mitra dimana jika kebijakan KKP menguntungkan kepentingan rakyat perikanan pasti Himapikani akan senantiasa membantu mensukseskan kebijakan tersebut akan tetapi jika kebijakan tersebut merugikan rakyat perikanan Himapikani akan menjadi yang terdepan untuk meluruskan hal tersebut.

Pada kesempatan ini menteri kp bapak edhy prabowo mengutarakan terkait kebijakan yang akan dibawa ke arah mana kkp kedepannya yang dimana yang akan menjadi fokus utama kkp adalah menjadikan sektor budidaya menjadi salah satu sumber penyokong ekonomi Indonesia tapi dalam hal ini tidak melupakan sektor lain baik itu penangkapan ataupun pengolahan.

Pada kesempatan ini menteri kp berharap Himapikani selaku stakeholder penting bisa mengawal dalam pelaksanaan program kkp dan menjadi mitra kkp pada khususnya. Dan dilibatkan dalam setiap perumusan kebijakan yang fundamental.

Serta pak menteri KP menjanjikan pemberian kapal dan alat tangkap untuk ayah daripada keluarga HIMAPIKANI yaitu Alm Randi, mahasiswa perikanan univ halu oleo kendari yang meninggal dunia pada saat demonstrasi pada tggl 26 september. Yang mana ayah Almarhum adalah seorang nelayan