
KENDARI, fpik.umi.ac.id — Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. Andi Asni, M.P., berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dilaksanakan di Kendari pada 4–6 Agustus 2026 dan diikuti oleh perwakilan dari 45 perguruan tinggi.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut mengangkat tema implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi serta Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.

Sebagai fasilitator SPMI LLDikti Wilayah IX, Prof. Andi Asni berkontribusi dalam penguatan pemahaman peserta mengenai penerapan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pimpinan perguruan tinggi, pengelola lembaga penjaminan mutu, serta unit penjaminan mutu untuk meningkatkan kompetensi dalam mengelola dan mengembangkan sistem penjaminan mutu di institusi masing-masing.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penguatan implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai bagian penting dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal. Siklus ini menjadi landasan bagi perguruan tinggi untuk memastikan bahwa standar pendidikan tinggi tidak hanya ditetapkan dan dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi serta ditingkatkan secara berkelanjutan.
Selain itu, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai penyusunan dan penyempurnaan dokumen SPMI agar selaras dengan regulasi terbaru. Penyelarasan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penjaminan mutu yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan pengelolaan mutu pendidikan tinggi saat ini. Peserta juga menekankan pentingnya pendampingan teknis dan forum koordinasi lanjutan agar pemahaman yang diperoleh melalui bimbingan teknis dapat diterapkan secara efektif di lingkungan perguruan tinggi masing-masing.
Keikutsertaan Prof. Andi Asni sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi FPIK UMI dalam mendukung penguatan tata kelola dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Peran ini sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dosen dapat memberikan kontribusi tidak hanya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi SPMI di perguruan tinggi negeri dan swasta semakin optimal, sehingga budaya mutu dapat tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.