Admin FPIK UMI — Dekan Fakultas Perikanan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. Hasnidar, M.S., IPM, menegaskan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu perikanan secara langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan hadir dengan menjunjung etika, membangun kolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata sesuai dengan bidang keilmuannya.

Menurut Prof. Hasnidar, mahasiswa Fakultas Perikanan memiliki peran penting dalam mendukung masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perdesaan, melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif. Pengetahuan tentang perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga pengelolaan sumber daya pesisir harus mampu diterjemahkan menjadi program yang mudah dipahami dan bermanfaat bagi masyarakat.
“KKN adalah ruang aktualisasi ilmu. Mahasiswa perikanan harus mampu menghadirkan solusi sederhana namun tepat guna, sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penerapan ilmu perikanan di lapangan harus dibarengi dengan sikap etis dan penghormatan terhadap kearifan lokal. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik dan bekerja sama dengan masyarakat, aparat desa, serta pelaku usaha perikanan setempat.

Lebih lanjut, Prof. Hasnidar mendorong mahasiswa untuk merancang kegiatan KKN yang berorientasi pada pemberdayaan, seperti edukasi pengelolaan hasil perikanan, peningkatan nilai tambah produk, praktik budidaya yang ramah lingkungan, serta upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan.
Melalui kegiatan KKN berbasis keilmuan perikanan ini, Fakultas Perikanan UMI berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, dan kesiapan berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan nasional.